Listrik mampu merubah peradaban dunia menjadi terang, tetapi listrik yang hak kelolanya dipegang oleh PT. PLN, dimata rakyat kecil tidak seterang cahanya. Kita simak dialog “wong cilik” berikut:
| Sukron |
: “ Seandainya bukan bulan Puasa aku sudah marah habis-habisan, tapi syukurlah saya masih bisa tahan diri”
|
| Imron |
: “ Lho emangnya kenapa? Nggak kebagian makan saur?” |
| Sukron |
: “Bukan!, ini masalah kehidupan kita sehari-hari. Moso rekening listrikku bulan ini mencapai Rp. 278.800,00 nah terus aku mau bayar dari mana?!”
|
| Imron |
: “ Yah udahlah dari pada puasamu nggak dapat pahala, putus saja tuh listrik jadi mulai bulan depan nggak bayar listrik!”
|
| Sukron |
: ” Ah kamu ini, idemu nggak cerdas juga, itu bukan mengatasi masalah tapi menghilangkan masalah sekaligus menghilangkan aktifitas keluargaku. Tahu sendiri khan sebagaian besar alat-alatku pakai listrik”
|
| Imron |
: “ Lho ya udah itu resikonya!”
. |
| Sukron |
: “ Masalahnya bukan banyak sedikit-banyaknya saya harus bayar, ini lho lihat nich! (Sukron menunjukkan rekening bukti pembayaran listrik pada kolom PPJ 8 %) ini apa artinya? Saya harus bayar PPJ Rp.20.000,- lebih sementara jalan-jalan kita masih gelap, kalau toh ada lampu di pinggir jalan, itu karena kesadaran warga.”
|
| Imron |
: “Lho iya ya?! Wah,... warga kita ada 450 kk semuanya pakai listrik, per kk kita bagi rata-rata sajalah Rp. 50.000,- berarti setiap bulan terkumpul uang PPJ 450 kk x Rp. 50.000,- x 8 % = Rp 1.800.000,- lha uang ini ke mana? |
| Sukron |
: “ Nah hayo nanti malam seluruh warga atau paling tidak tokoh-tokoh ngumpul di gerdu kita bahas tentang ini”.
|
Malam berikutnya gardu yang biasanya didatangi 5 – 7 peronda dan diterangi neon 10 watt, malam itu berubah menjadi gegap gempita dan penerangan-nyapun diganti menjadi lampu mercury 100 watt. Sukron yang datang terlambat menjadi bingung melihat perubahan pos ronda itu.
|
| Imron |
: “Apa nanti nggak disalahkan PLN kita nyanthol strum langsung?”
|
| Sukri |
: “Pokoknya saya yang tanggungjawab, saya sudah membuat surat pengajuan penerangan jalan ke PLN saya tembuskan ke Bupati dan DPR”
|
| Sukron |
: “Tapi kenapa sekarang sudah disambung? tidak menunggu persetujuan dari PLN?” |
Beberapa warga berdiri sambil unjuk tangan dan menjelaskan; “Pokoknya sekarang pasang kalau tidak, apakah pencurian kambing yang telah makan korban 6 ekor selama bulan ini pak Sukron mau tanggungjawab?”. Mendapat pertanyaan warga yang mulai emosi itu Sukron pun terdiam. Dalam hati dia pertanya: “ Yah,… kalau PEMDA mau adil mungkin nggak akan terjadi seperti ini!? yang namanya lampu taman, lampu hias, lampu penerangan jalan di alun-alun kota dsk begitu boros, terang benderang, sementara desa-desa yang nyata-nyata kontribusi PPJ cukup banyak nggak dapat pelayan jalan sama sekali. Sebetulnya Pajak Penerangan Jalan itu Untuk Jalan yang mana Sih???”
( Warno )
|