FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa

 

Mengutil 30% APBN

oleh: Dr. H. Sutoro Eko, Guru DesaDi masa lalu, Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, berulangkali mengungkap isu kebocoran APBN sebesar 30%. Bagaimanapun kebocoran APBN merupakan kanker yang menggerogoti fundamental ekonomi. Tetapi raja Orde “Mataram” Baru memang sengaja menciptakan dan memelihara kebocoran 30% APBN itu untuk diutil para hulubalang dan punggawa. Angka 30% adalah ambang batas...

IDEOLOGI BERDESA

oleh: Dr. H. Sutoro Eko, Guru DesaMenulis buku tentang desa tidak harus kerasukan kata-kata bahasa Belanda yang sudah usang. Bukan hanya usang, kata-kata bahasa Belanda sungguh mengawetkan isolasi dan penindasan atas desa. Serupa tapi tak sama, mengutamakan diskursus proyek dana desa tanpa hakekat desa, hanya memberi gula, karbohidrat dan lemak yang pelan-pelan membunuh desa. Dengan begitu diskurs...

Dana Desa adalah Hak Desa dan Bukan Dana Bansos

(Tanggapan pertama atas Tulisan Muhtar Habibi “Dana Desa Hanya Memberdayakan Elite Desa, Bukan Petani” di Tirto.id edisi, 28 November 2018)Oleh: KF Borni Kurniawan Penyimpulan Muhtar Habibi, mahasiswa Doktoral Development Studies di SOAS, Univeristy of London, tentang Dana Desa yang dinyatakan bahwa kebijakan Dana Desa dibangun di atas asumsi keliru bahwa penduduk desa niscaya “got...

Dana Desa dan Modalitas Penahan Pelambatan Ekonomi

(Tanggapan Kedua atas Tulisan Muhtar Habibi “Dana Desa Hanya Memberdayakan Elite Desa, Bukan Petani” di Tirto.id edisi, 28 November 2018)Oleh: KF Borni Kurniawan Tahun 2015 lalu, Badan Pusat Statistik (PBS) mengumumkan pelambatan ekonomi nasional. Diukur dari realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II tahun itu terkonfirmasi hanya tumbuh 4,67 persen. Padahal pada triwulan...

BUMDesa

oleh: Dr. H. Sutoro Eko, Guru DesaAda tiga jenis BUMdesa. Pertama, BUMDesa SEJATI yang bekerja secara telaten, serius, tumbuh sehat, mandiri dan kuat, serta bermanfaat untuk desa dan rakyat.Kedua, BUMDesa MERPATI alias BUMDesa abal-abal yang dibentuk dan hadir karena bantuan dan pangkuan pemerintah. Sahabat saya, Anom Surya Putra, menyebut MERPATI berarti "merapat ke bupati". Meskipun masih abal-a...

Artikel Terbaru

Polling

What do you think about information in this website?

 

Pesan Pendek

Link Patner