FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa

MEMIMPIKAN DESA BERINTEGRITAS

Desa Mailari, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan dikenal sebagai desa tempat keluarga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tinggal. Kini, Desa Mailari berkembang dengan banyak cerita sukses berkat kreativitas  warganya. 
Ani Wahyuli adalah kepala desa perempuan yang memulai perubahan untuk warganya. Wahyuli berupaya mengelola anggaran desanya dengan partisipasi penuh warga sehingga semua kebutuhan warga terpenuhi. Prinsipnya, anggaran desa harus dikelola dengan menerapkan transparansi, partisipatif dan akuntabel. 
Desa Mailari berjaya dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) untuk mengembangkan ekonomi desa dengan membentuk “Koperasi Kejururan”. Warga desa sepakat berlatih kejujuran lewat koperasi yang dibuat tanpa penjaga toko. Mereka mencatat sendiri transaksi yang dilakukan. 
Anggaran desa juga dimanfaatkan Wahyuli dan warga desa untuk membuka peluang bekerja bagi warga disabilitas. Para penyandang disabilitas diberikan kesempatan untuk mengembangkan ketrampilannya melalui beberapa pelatihan yang dibiayai dengan anggaran desa. Ketrampilan yang mereka punya akhirnya bisa menjadi produk unggulan desa, mulai dari beragam produk makanan hingga songkok yang menggerakkan ekonomi desa. Wahyuli paham bahwa anggaran desa tidak melulu harus dikucurkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur. Pengurus desa, warga desa juga punya kebutuhan untuk mengembangkan ketrampilan dan pendidikannya. 
Dengan prinsip transparan tentang penggunaan anggaran desa dipasang papan pengumuman desa agar bisa diakses warga. Akses warga dibuka luas untuk bisa mengetahui alokasi dana desa dan diharapkan warga juga berpartisipasi memanfaatkan dana ini sekaligus mengawasi penggunaannya.
Menyadari kebutuhan untuk meningkatkan  pengetahuan warga dan juga perangkat desa, sebagian anggaran disisihkan untuk pelatihan, salah satunya pelatihan tentang antikorupsi untuk perangkat desanya. Wahyuli yang juga agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) merasakan manfaat dari pelatihan tersebut. Perangkat Desa Mailari berubah setelah mendapatkan pelatihan itu . Mereka yang  sebelumnya sering tidak tepat waktu, kini tepat waktu melayani warga. Jika dulu mereka sering menerima gratifikasi, kini mereka sepakat menolaknya. Berbagai poster antikorupsi mudah ditemui di Kantor Desa Mailari. 
Wahyuli bahkan mengeluarkan Peraturan Desa tentang pencegahan pernikahan usia dini. Angka pernikahan usia dini di desa cukup tinggi, sebagian besar karena mancatut umur dan aparat desa dibayar untuk mengesahkan dokumen perkawinan. Setelah peraturan desa ini dikeluarkan, Wahyuli menyisihkan anggaran untuk sosialisasi tentang bahaya pernikahan dini untuk warganya. 
Mewujudkan desa berintegritas dan desa ramah anak adalah impian Wahyuli dan warga Desa Mailari. Dana desa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kebutuhan warga. Membangun fisik dan infrastruktur memang penting, namun membagi pecahan dana desa untuk kebutuhan pengembangan mental dan ketrampilan warga desa tak bisa dinafikan. *** Integritas edisi 3 Tahun 2020

kirim ke teman | versi cetak

 

Minggu, 3 Oktober 2021 10:07:54 - oleh : admin

Informasi "" Lainnya