FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa

MERETAS MIMPI BANGUN DESA (1)

Pembagian Dana Desa menggunakan “Ketan Takjil”, cerita dari Desa Taram  
Desa Taram, Limapupuh Koto, Sumatera Barat sudah melakukan inovasi terhadap pengelolaan keuangan desa. Pada awal pelaksanaan tentu saja ada beberapa pihak yang kurang nyaman dengan adanya inovasi desa yang dilakukan oleh Defrianto Iskar, sebagai kepala desa. 
Di Desa ada istilah “ketan takjil” yaitu kebijakan tahun genap dan ganjil. Dana desa yang diterima desa tidak disalurkan secara merata untuk 7 dusun.  Karena cara ini kurang optimal pemanfaatannya dan kebutuhan masyarakat tidak terakomodasi oleh dana yang relatif sedikit .  Makanya Desa punya kebijakan bersama yaitu pilih di tahun ganjil untuk membiayai 3 dusun saja, sehingga bisa lebih optimal, pembangunan optimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kemudian di tahun genap untuk membiayai 4 dusun, sehingga dana yang diterima bisa lebih besar dan bermanfaat. 
Memang suatu PR besar mengubah budaya seperti kemampuan untuk mengelola keuangan, banyak tantangan yang dihadapi. Caranya, para pemangku kebijakan ikut memberikan contoh-contoh baik, memberikan keteladanan dan dukungan masyarakat sangat luar biasa. Oleh karena itu kemudian masyarakat membentuk yang namanya “swadaya tukang nagari”. Disini ada masyarakat yang berprofesi sebagai tukang memberikan partisipasinya, dan mereka tidak dibayar dalam setiap kegiatan di desa, minimal sehari mereka menyumbangkan tenaganya untuk membantu pelaksanaan kegiatan di desa. 
***Integritas edisi 3 Tahun 2020 

kirim ke teman | versi cetak

 

Kamis, 9 September 2021 08:12:49 - oleh : admin

Informasi "" Lainnya